TIPS MAKAN DI BULAN PUASA


Artikel ini perlu untuk mengingatkan kita mengenai cara makan yang baik didalam bulan puasa ini. Bulan puasa, selain menjalankan perintah agama, perlu tetap dilihat sebagai acara khusus kesehatan. Mengapa demikian?
Para ahli kesehatan didunia secara aklamasi menyetujui bahwa puasa merupakan sarana terbaik untuk ditoksifikasi atau pengeluaran racun racun didalam tubuh. Cara ini beribu ribu kali lebih efektif daripada memakan obat farmasi untuk mengeluarkan racun atau toxic dari dalam tubuh. Untuk itu banyak dokter ataupun tabib menganjurkan sejumlah cara cara terapi yang pada dasarnya adalah melakukan puasa dalam
suatu periode tertentu sambil mengatur asupan makanan dalam masa ini.
Dengan alasan diatas kita harus memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mencapai kedua hal tersebut, yaitu
perbaikan didalam keimanan kita dan kedua adalah perbaikan kesehatan kita sendiri. Dan karena puasa ini dilakukan secara serentak, maka kondisi lingkungan sekitar kita akan sangat membantu pelaksanaannya.
Saya selalu kaget kalau melihat teman yang bertambah beratnya pada bulan puasa. Demikian juga lebih heran kalau uang belanja ternyata jauh lebih besar pada bulan ini. Ibadah puasanya terlaksana dengan baik dan hikmat, namun sering sekali ada “bonus“ berupa bertambahnya berat badan dan juga penyakit.

Apa yang perlu dilakukan?

Dari sekian banyak Tips dan saran yang sudah terlalu banyak dituliskan untuk cara makan dalam bulan puasa, ternyata ada satu hal yang terpenting untuk dilakukan yaitu: JANGAN MEMAKAN GULA ATAU MANIS2AN TERLALU BANYAK.
Mitos yang ada adalah bahwa kita memerlukan energi yang banyak bila kita berpuasa. Ini selalu diartikan sebagai … kita memerlukan energi yang LEBIH BANYAK pada masa puasa. Itu tidak benar dan yang benar adalah anda memerlukan energi yang maksimum adalah sama dengan waktu anda tidak puasa. Dan bila anda ingin memanfaatkan bulan puasa ini untuk menurunkan berat badan, maka jumlah energi ini perlu dikurangi. Energi yang dikatakan disini selalu salah kaprah diartikan sebagai GULA, dan karena itu orang cenderung memakan gula atau manis2an yang lebih banyak.
Puasa dibuka dengan minuman yang sangat manis dan penganan yang super manis. Ini sangat salah dan berbahaya. Energi itu sebenarnya terbesar didapat dari karbohidrat yang kemudian
diproses menjadi gula. Jadi kita tidak perlu mengkonsumsi GULA untuk mendapatkan gula. Apa bedanya?
Ada dua macam gula yang beredar secara umum dipasaran. Pertama adalah sucrose dan kedua adalah fructose. Gula pasir lebih banyak sucrose nya sedang Gula Jagung, yang merupakan mayoritas dari jenis non-tebu lebih banyak fructosenya. Gula jenis fructose diwakili oleh gula jagung sebagai produk terbanyak. Ia lebih manis 25% daripada sucrose dan jauh lebih murah dari sucrose. Ini adalah gula murah meriah dan karenanya sangat banyak sekali digunakan pada makanan olahan dan minuman ringan.
Gula ini secara langsung membebani organ Hati atau Liver karena disinilah gula tadi akan diproses dan masuk kedalam darah. Bila beban gula terlalu tinggi didalam organ Hati tadi, maka akan terjadi inflamasi, yang kemudian akan membuat proses terganggu sehingga terjadi penumpukan gula sebagai lemak.
Akibat inflamasi, Hati juga akan memproduksi cholesterol terutama yang berjenis jahat [LDL]. Gula ahirnya menjadi sumber malapetaka untuk masalah kelebihan berat badan, cholesterol dan serangan jantung. Sebelumnya kita selalu berfikir bahwa Lemak lah biang dari masalah tadi. Itu benar, namun setelah
mengurangi lemak, kita berpindah pada GULA. Ini namanya.. keluar mulut buaya masuk ke mulut harimau.
Dengan informasi ini, apakah strategi yang perlu dilakukan untuk mencegah hal diatas? Batasi Gula dan makanan Olahan yang manis. Anda lebih baik memakan buah2an yang manis atau Juice buah yang manis daripada memakan produk gula dan makanan olahan atau minuman ringan yang manis. Sebaliknya gunakanlah bulan puasa ini untuk merubah kebiasan anda yang menyenangi makanan yang manis.
Dengan pembatasan gula ini, otomatis juga timbunan lemak didalam badan akan berkurang. Inilah saatnya kita melakukan ditoksifikasi gula dari dalam badan kita.

Beberapa Tips makanan yang harus dihindari untuk ditoksifikasi dalam bulan puasa:

Minuman Ringan [soft drinks]. Ini penuh dengan gula jagung yang berlebihan. Ini akan membebani organ Hati. Kueh2 yang dibuat menggunakan margarine. Ini penuh dengan lemak jenuh. Ini akan meningkatkan lemak jenuh didalam darah dan risiko serangan jantung.
Kurangi daging, telur dan susu atau yang sering disebut sebagai protein hewani. Ini saatnya membersihkan system pencernaan anda dengan memakan banyak sayuran dan buah segar yang berserat tinggi. Jangan terkecoh dengan mitos bahwa protein itu hanya didapatkan dari protein hewani. Tumbuhan juga memberikan protein yang sama besarnya [karena itu banteng dan gajah memiliki ukuran badan yang besar dan bertenaga]
Hindari kosmetik makanan seperti MSG, Pengawet dan Aspartame. Ini adalah racun bagi tubuh anda. Makanlah
dengan menggunakan bumbu tradisional, sangat menyehatkan dan enak.
Secara umum, makanan dengan porsi yang sama dengan prosi masa normal anda. Untuk yang ingin memanfaatkan bulan ini untuk menurunkan badan, kurangi porsi makan anda.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa.

Source: Google

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s