CTM, BISAKAH JADI OBAT PEMBANTU TIDUR?


CTM bukanlah nama kandungan obat, tapi hanyalah salah satu merk dagang dari klorfeniramin, yaitu obat golongan antihistamin.

Seperti halnya antihistamin lain, cara kerja CTM adalah menghambat kerja histamin. Histamin merupakan zat yang diproduksi tubuh yang dapat mencetuskan gejala alergi seperti bersin, mata berair, hidung mampet, dan gatal-gatal di badan. Oleh karena itu manfaat utama dari klorfeniramin adalah mengurangi atau menghilangkan gejala-gejala alergi yang ditimbulkan oleh histamin.

Dibalik manfaatnya sebagai antialergi, klorfeniramin dapat menyebabkan berbagai macam efek samping, antara lain mengantuk, mulut kering, pusing, gangguan mengingat, kencing tertahan, dan pandangan kabur.

Khusus untuk mengantuk, pada sebagian besar orang, efek samping ini sedemikian kuatnya, sehingga klorfeniramin atau CTM sering digunakan sebagai obat tidur. Lalu timbul pertanyaan, apakah ini diperbolehkan dari sudut pandang medis?

Pada kasus tertentu, misalnya pada keadaan stres, dalam perjalanan, atau adanya hal-hal kecil yang mengganggu tidur, maka CTM dapat digunakan sebagai obat tidur. Tetapi ini dibatasi untuk dua atau tiga hari saja. Mengapa demikian? Karena efek ngantuk CTM cepat ditoleransi oleh tubuh. Artinya, semakin lama kita gunakan CTM, semakin kurang kemanjurannya untuk menimbulkan kantuk. Sebaliknya, semakin besar kemungkinan terjadinya efek samping.

Oleh karena itu, pada gangguan tidur berkepanjangan atau kronis, sebaiknya jangan mengatasinya dengan mengkonsumsi CTM. Tetapi lebih baik melakukan langkah-langkah yang terbukti barmanfaat misalnya dengan mengatur jadwal tidur, menghindari kopi dan tidur di siang hari, melakukan olahraga secara teratur, dan mengelola stres.

Tetapi, jika langkah diatas tidak mampu mengatasi gangguan tidur, maka sebaiknya berkonsultasi ke praktisi kesehatan.

Bacaan:

  1. http://www.mayoclinic.com/health/sleep-aids/AN01820
  2. http://www.webmd.com/allergies/living-with-allergies-10/antihistamines
  3. http://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.htm

Source : http://www.catatandokter.com

About these ads

4 thoughts on “CTM, BISAKAH JADI OBAT PEMBANTU TIDUR?

  1. gresh, klu mendgar keluhanta, mungkin kt kena insomnia, jd sbaiknx anda ke dokter ahli jiwa/psikiater. mg berhasil

  2. saya tiap malem gak bisa tdur sudah berbagai merk obat sya cbah tp ttap gk ad hasil’y…
    trutama lelap bagi sya sdh kebal.
    zeaspam pun sdh sya cba
    tlg ksih sran sya hrus bgai mana spy sya bsa tdur trutama pd malam hari…
    krn smakin lama stamina sya berkurang badan lemas dan brat badan trus menurun

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s