TIPS MEMAKLUMI ORANG LAIN : TIAP ORANG ITU BERBEDA


Intinya sabar itu menurunkan ego dan memaklumi orang lain, dan sabar itu memang susah… tapi Insya Allah bisa asalkan jangan takut salah dan kalau salah jangan kesal. Nah ini ada beberapa tips dari pengalaman saya selama belajar sabar.

Pertama, pahami bahwa agama adalah Aturan GAwe MAnusia. Nah, karena kata Allah SWT “tidak ada paksaan dalam agama” dan “untukmu agamamu, untukku agamaku”, maka setiap orang berhak memilih aturan hidupnya masing-masing, apakah orang itu mau mengikuti agama atau tidak. Oleh karena itu, jelas bahwa setiap orang pasti punya pendapat masing-masing. Jadi jangan memaksakan, tapi kita diperintahkan Allah SWT untuk mengingatkan… bukan memaksakan. Jadi, kita bisa berpendapat, orang lain juga punya pendapat. Silahkan masing-masing menyampaikan pendapatnya, dan maklumi saja bahwa memang begitulah keberagamannya. Kalau kita memahami ini maka wajar saja kalau ada istilah “pendapat kontroversial”. Kontroversi muncul dari ketidaksamaan persepsi dan pemahaman. Dan karena masing-masing orang memang punya aturan masing-masing yang melandasi pemikirannya, jadi maklumi saja, nggak usah heboh.

Kedua, pahami bahwa sebanyak apapun kita tahu tentang seseorang, selama apapun kita mengenal seseorang, yang lebih mengenal orang itu adalah Allah SWT. Dan pahami juga bahwa kita tidak pernah tahu isi hati orang itu bagaimana, dan jangan suka berburuk sangka. Misal begini, kita punya teman, lalu teman itu melakukan sesuatu yang tidak kita sukai. Nah, biasanya kita emosi, lalu bisa-bisa kita nyeletuk “Gw gak nyangka sikap lu kayak gini” atau “Ternyata lu orangnya begini ya” dan lain sejenisnya. Nah, kalau seperti ini maka kita sudah menghakimi orang itu. Padahal belum tentu maksudnya seperti yang kita sangka, bisa saja kita salah memahami tindakannya, atau memang dia agak salah ambil tindakan. Dan kalau dipikir-pikir, untuk apa kita berburuk sangka ke dia, tidak perlu sebenarnya .. lempeng saja. Maklumi saja, Insya Allah lebih enak di hati dan pikiran. Maklumi dengan penuh kesadaran bahwa kita tidak tahu maksudnya apa, dan isi hatinya juga kita tidak tau kok. Dan tidak usah berburuk sangka karena nanti syetan hinggap di situ, nah … jadi masalah nantinya. Dan Allah SWT bilang kalau dalam beragama itu tidak ada paksaan, berarti tidak usah berburuk sangka atau merasa dirugikan. Untung dan rugi itu hanya permainan pikiran, maklumi saja, Insya Allah yang namanya benci-bencian atau marah-marahan itu berkurang.

Ketiga, jangan sampai kita beranggapan “Eh ternyata lu pura-pura baik ya, padahal mah …… dan seterusnya”. Wah fatal ini, menurut pengalaman saya ini benar-benar fatal. Fatal karena ujungnya biasanya fitnah berkepanjangan, dan kita biasanya tidak bisa mengubah anggapan kita itu. Kita akan terus menyangka bahwa orang itu tuh pura-pura baik saja dan kalau dia buat kesalahan apalagi yang tidak menyenangkan buat kita, habis …. keungkit lagi memori kita tuh, anggapan itu akan muncul terus. Jadi jangan sampai lah kita beranggapan seperti itu.

Keempat, jangan marah atau ngambek. Marah atau ngambek itu hanya permainan pikiran, dan tidak ada bagus-bagusnya. Namun, kita lebih senang memanjakan nafsu kita, jadinya marah … marah sejadi-jadinya, kalau perlu sampe kalap. Padahal Allah SWT tidak mengajarkan kita untuk marah, khawatir, atau sedih hati. Semua itu hanya permainan pikiran, jadi jangan tenggelam pada permainan pikiran kita sendiri. Kendalikan pikiran kita, dengan begitu kita bisa mengendalikan nafsu kita untuk marah, khawatir, atau sedih. Dan marah pasti dihinggapi syetan yang akhirnya akan berujung pada hal-hal yang tidak baik.

Kelima, kalau kita berbuat sesuatu dan menurut orang itu merugikan mereka, sehingga mereka tidak enak hati atau malah sakit hati …. minta maaf saja, tapi tidak usah mengkritik. Minta maaf sembari mengkritik itu tidak bagus. Minta maaf saja, sudah. Maklumi saja bahwa kita berbuat sesuatu dengan motif apapun pasti ada konsekuensinya. Kita maklumi kalau orang lain juga belum tentu menerima penjelasan perbuatan kita, mau maksud kita sebaik apapun, yang namanya sakit hati pasti nggak akan beres kalau dihujani penjelasan. Beri tahu saja alasannya, katakan saja kalau anggapan dia nggak benar, lalu minta maaf, sudah… Dan kita tidak perlu tersinggung sama orang itu, walaupun misalnya dia marah atau ngambek apalagi sampe marah besar. Maklumi saja, minta maaf saja. Menurut terminologi orang itu kita sudah pasti salah, salah atau nggak kan relatif, jadi akui saja kalau kita salah dan minta maaf untuk kesalahan itu. Menurut orang itu kita sudah pasti salah, tapi menurut terminologi kita, wajar kok tiap orang beda pendapat dan cara mengungkapkan pendapat itu dalam bentuk perbuatan juga beda-beda. Maklumi bahwa menurut dia itu merugikan, dan kita salah. Jadi tidak usah balik mencari kesalahan orang itu, apalagi sampe ikutan marah. Maklumi saja, insyaAllah lebih enak di kitanya.

Intinya turunkan ego kita dulu, ego dalam arti mementingkan diri sendiri. Turunkan serendah-rendahnya, lalu pikirkan permasalahannya sedalam-dalamnya, lalu maklumi saja. Nah, jadi turunkan ego, maklumi orang lain dengan sebenar-benarnya maklum. Maklumi dengan penuh pemikiran dan kesadaran, jangan dengan keterpaksaan. Dan maklumi dengan berlandaskan aturan Allah SWT, jangan aturan budaya. InsyaAllah aman.

Sumber : shareluftix.wordpress.com (dikutip dengan sedikit perubahan)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s