MENGATASI BEBAN HIDUP


Manusia memiliki otak yang kompleks, bila manusia memiliki keinginan maka akan difikirkannya segala kemungkinan yang dapat mewujudkan keinginannya itu. Manusia memiliki berbagai macam keinginan. Jika manusia itu tidak memiliki keinginan maka dia tidak mungkin bisa bertahan hidup. Bukankah kegiatan makan dan minum merupakan salah satu bagian dari keinginan.

Pada saat seseorang memiliki beberapa keinginan yang saling bertolak belakang maka akan membuat tekanan mental terhadap dirinya sendiri.
contoh: Pada saat yang sama, apakah saya akan pergi ke mall atau ke rumah teman sedangkan arah kedua tempat itu saling berlawanan.
Hal seperti ini membebani pikiran kita karena adanya kenikmatan pada kedua sisinya yang kita tidak mau lepaskan.
Ada juga orang yang pada saat dia mengerjakan pekerjaannya, dia memikirkan hal lain. Hal lain itu bisa berupa kesenangan-kesenangan jika berhasil melakukan pekerjaan itu, berfikir mengenai teman, berfikir pekerjaan lain dan lain-lain, hal ini juga akan membuat beban-beban sehingga pekerjaan utama tidak dikerjakan secara maksimal.

Pada saat kita melakukan pekerjaan secara berulang maka akan menimbulkan kejenuhan. Apabila kita telah dihinggapi kejenuhan maka kita akan berfikir untuk mencari sesuatu yang baru atau pelarian-pelarian, sedangkan kenyataan yang  jelas-jelas sedang dihadapi tidak dia kerjakan (diabaikan). Khayalan tingkat tinggi seseorang akan membuat beban lalu setelah dia terbebani akan timbullah kejenuhan. Tapi bisa juga kejenuhan itu timbul karena rutinitas yang konstan sehingga cara berfikir kita jadi konstan.

Solusi dari pekerjaan/keadaan seperti itu yaitu tawakal sambil usaha dengan pasrah.
Dahulukan tawakal yaitu niat beribadah lalu berusaha dan pasrahkan keputusan akhir hanya pada Allah SWT.
Apakah yang dimaksud dengan usaha tersebut di atas? Usaha tersebut adalah dengan membuat hidup kita berguna bagi orang lain dengan tujuan ibadah, lakukan usaha itu dengan penuh kesadaran dan kewajaran.

Kesadaran berarti kita penuh dengan pemahaman dan pemakluman akan setiap tindakan kita. Pemahaman mengenai ilmu-ilmu dari pekerjaan yang akan kita kerjakan dan pemakluman yaitu memaklumi bahwa orang itu belum diberi hidayah yang sama dari kita dan juga memaklumi keterbatasan kemampuan kita dengan begitu kita harus mengupdate otak kita. Sedangkan kewajaran itu terjadi karena tidak adanya paksaan dan juga muncul dari pemahaman kita.

Pada saat kita akan mengerjakan sesuatu, siapkan dulu maksud dan tujuannya lalu niatkan karena Allah SWT kemudian pelajari ilmunya. lalu konsentrasi, biarkan zat-zat hidup kita bergerak dan terima keberadaan Allah SWT dalam setiap tindakan kita. Baru setelah itu kerjakan apa yang menjadi tujuan kita. Apabila di tengah jalan muncul beban-beban dari pemikiran kita maka lakukan lagi tahapan ini dari awal yaitu ingatkan tujuan kita, niatkan karena Allah SWT, konsentrasi dan terima keberadaan Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s