HORMON-HORMON CINTA


Mengapa kita bisa merasakan jatuh cinta?
Mengapa kita selalu merasa ceria dan happy saat sedang jatuh cinta?
Ternyata perasaan cinta yang kita rasakan itu bermuara dari hormon dalam tubuh kita. Semua mekanisme dalam tubuh kita tidak lepas dari pengaruh hormon, termasuk rasa cinta yang dipengaruhi oleh beberapa hormon dalam tubuh kita yang sering disebut sebagai hormon cinta.

Ada beberapa hormon yang berperan dalam pembentukan rasa cinta dalam diri kita, yaitu:
Pheromones
Darimana datangnya perasaan suka/cinta dengan sesuatu/seseorang?. Perasaan itu muncul karena adanya reaksi dari hormon Pheromones. Ketika seseorang yang kamu sukai itu merasakan hal yang sama dengan kamu saat kamu mendekatinya, maka hormon Pheromones berhasil menebarkan benih – benih cinta diantara kalian berdua.

Dopamine dan Neuropinephrine
Nah, pada saat dipenuhi rasa berbunga-bunga, artinya hormon kita ada yang sedang bereaksi tuh, namanya hormon Dopamine dan Neuropinephrine. Hormon Dopamine adalah hormon yang menyebabkan perasaan tenang dan nyaman. Hormon Neuropinephrine adalah hormon pemicu semangat, memicu aliran darah mengalir lebih cepat sehingga kita merasa lebih enerjik dan happy. Hormon inilah yang membuat seseorang yang sedang jatuh cinta merasa bahagia dan ceria setiap saat.

Oxytocin
Setelah benih – benih cinta tertanam di hati kita dan dia, maka waktunya hormon Oxytocin beraksi!! Tahap ini bisa dikatakan tahap PDKT (Pendekatan) antara kamu dan obyek yang dicintai, dimana kamu dan dia memiliki keinginan untuk lebih dekat lagi dan saling mengenal satu sama lain. Hormon Oxytocin membuat kita merasa ingin selalu berdekatan, tidak mau jauh-jauh dan lepas dengan sesuatu yang kita cinta.

Vasopressin
Setelah melewati proses sebelumnya, akhirnya sesuatu itu kita peroleh, misalnya hubungan kita disahkan melalui komitmen pernikahan. Seiring berjalannya waktu, kamu dan dia pun merajut hubungan dengan melewati susah senang, sedih gembira dilewati bersama. Ternyata hubungan itu tanpa sadar/dengan sadar sudah berjalan cukup lama. Hubungan yang berjalan cukup lama biasanya menimbulkan ikatan saling membutuhkan, menjaga, menyayangi satu sama lain dan memiliki rasa setia kepada pasangan. Artinya hormon Vasopressin kalian berdua bekerja aktif. Hormon Vasopressin lah yang selama ini mendorong kamu dan dia untuk terus menjalin hubungan dan menimbulkan rasa setia satu sama lain.

Kartisol
Begitu sesuatu yang kita cintai hilang, timbulah perasaan kecewa, kehilangan, kesedihan, kemarahan. Ini akan menyebabkan tubuh kita memproduksi cartisol lebih banyak, Terlalu banyak jumlah cartisol dalam tubuh bisa menyebabkan sulit tidur, imunitas tubuh menurun, gula dalam darah tidak normal bahkan membuat berat badan naik.

Serotonin
Ketika kita berusaha menerima, memahami, meneliti dan memaklumi. Sehingga kita berusaha menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. kita sadar bahwa segalanya ada yang Maha Mengatur. timbulah perasaan tenang dan damai, itu artinya dalam tubuh kita ada sebuah proses dimana hormon serotonin pelan masuk ke dalam darah kita, yang akan membuat kita tenang, dan pelan-pelan kemarahan, kesedihan, kekecewaan akan hilang, hal ini berkat jasa hormon Serotonin ini.

Sumber : Kumara-tsabit.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s